Ads

Tampilkan postingan dengan label Produk Budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Produk Budidaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Januari 2016

Pembutan Kultur Murni (F0) Jamur Kuping

Posted by Unknown at 19.48 1 Comment
Membuat kultur Jamur Kuping mempunyai tingkat kesulitan lebih tinggi daripada membuat kultur Jamur Tiram. Dan tingkat kegagalan juga tinggi.
Dibutuhkan kebersihan, kesterilan dan ketelitian lebih....


Senin, 11 Januari 2016

Bibit Jamur

Posted by Unknown at 08.51 0 Comments





1. Bibit F0 (PDA / Potato Dextrose Agar)









2. Bibit F1







3. Bibit F2









Baglog

Posted by Unknown at 08.50 0 Comments



1. Baglog Jamur Tiram ukuran plastik 18 x 35


2. Baglog Jamur Kuping ukuran plastik 20 x 35

Selasa, 29 Desember 2015

DVD Cara Budidaya Jamur Tiram & Jamur Kuping

Posted by Unknown at 23.31 0 Comments

DVD Cara Budidaya Jamur Tiram & Jamur Kuping
Dasar-dasar budidaya jamur tiram dari awal sampai akhir.

Harga Rp. 100.000,-

  (belum termasuk ongkir)





Dari proses pembuatan baglog, bibit starter sampai membuat rak dan proses perawatan jamur.

Untuk pembelian DVD, silahkan hubungi :

Angela Maya

BB   : 51273466
WA  : 08572 464 1001 
SMS : 08572 464 1001


Pembayaran dapat ditransfer melalui :

Rek. BCA : 7850 566 075
an. Maya Indrasari Arijanto









Selasa, 24 November 2015

PEMBIBITAN TAHAP KETIGA ( F2 )

Posted by Unknown at 06.08 0 Comments
Bibit starter F2
Pembibitan tahap ketiga ( F2 ) merupakan tahap perbanyakan dari bibit F1. Miselium yang dihasilkan dari F2 ini merupaka bibit jamur yang siap diinokulasikan pada baglog.
Cara pembuatan dan media F2 sama persis dengan F1, perbedaannya hanya pada bahan tanam yang digunakan. Pada F1 menggunakan bahan tanam F0 (kultur murni), sedangkan F2 bahan tanamnya menggunakan  miselium dari F1.


Waktu pembenrukan bibit F2 biasanya lebih cepat dari F1, yaitu seitar 20 hari.
Dan dari 1 botol F1 bisa diturunkan ke 50-70 botol F2, dan dari F2 bisa diturunkan ke 30-40 baglog.

Sebaiknya bibit subkultur ini (F2) ini tidak diturunkan lagi menjadi F3, karena kualitas jamur yang dihasilkan akan menurun. Sebaiknya bibit F2 ini langsung digunakan sebagai bahan tanam dalam baglog.


                            Video proses inokulasi F2








Baca juga: Pembuatan Baglog >>>











PEMBIBITAN TAHAP KEDUA ( F1 )

Posted by Unknown at 06.02 0 Comments

A. Pembibitan Tahap Dua ( F1 )


Pembibitan tahap dua (F1) merupakan proses perbanyakan lanjutan yang berasal dari kultur murni (F0). Pada tahap ini prosesnya hampir sama dengan proses pembuatan F0, hanya saja berbeda pada bahan yang digunakan sebagai media dan wadah pembibitannya.


Pada tahap ini, miselium yang dihasilkan dari kultur murni (F0) dijadikan sebagai indukan dari proses perbanyakan. Dari 1 botol kultur murni bisa dihasilkan 6 - 7 botol F1.

Media yang digunakan pada proses pembuatan F1 biasanya menggunakan biji jagung, serbuk kayu yang dicampur kapur, bekatul dan biji-bijian seperti sorgum dan bisa juga menggunakan biji cantel atau bisa juga biji gabah. Dalam pembahasan ini kami menggunakan biji jagung sebagai media F1.

Tahap-tahapnya :
Proses Pembuatan BIBIT F1

Bahan :
Kultur murni ( F0 )
10 kg jagung pipil, cuci bersih
2 sdm kapur
1 sdm dextrosa

Peralatan : 
Botol saos
Kapas
karet gelang pentil
Plastik ukuran  8 x 8cm atau alumunium foil untuk penutup botolnya
Pinset atau bisa juga menggunakan spatula
Kotak inokulasi
Alkohol 70%
Lampu bunzen

Cara Pembuatan : 
  1. Rendam jagung pipil semalaman, setelah itu bersihkan dan buang kotoran dan kulit-kulit jagungnya.
  2. Rebus jagung pipil selama sekitar 15 - 20 menit, lalu tiriskan
  3. Setelah itu campur dengan kapur dan dextrosa hingga merata
  4. Masukkan campuran jagung ke dalam botol saos yang telah dibersihkan dan dicuci bersih, lalu tutup botol dengan kapas dan plastik atau alumunium foil hingga rapat dengan karet.
  5. Sterilkan media dalam botol dengan menggunakan panci presto atau autoklaf dengan suhu 121°C dan tekanan 1,1 atmosfer selama 1 jam. Bisa juga dengan menggunakan panci preso selama 2 jam.
  6. Setelah proses sterilisasi, dinginkan media semalaman dengan posisi panci masih tertutup.
  7. Lalu proses pengisian miselium dilakukan dalam kotak inokulasi yang sudah steril.
  8. Buka kapas penutupnya di dekat api bunzen, ambil sedikit miselium F0 dengan menggunakan pinset atau spatula, lalu pindahkan ke media F1.
  9. Tutup kembali botol dengan menggunakan kapas.
  10. Simpan bibit F1 dalam ruang inkubasi yang bersuhu sekitar 28°C selama 2-4 minggu.
  11. Proses inokulasi F1 berhasil bila media dipenuhi miselium berwarna putih. Jika tidak berhasil media akan terkontaminasi dan akan berwarna hijau, kuning atau hitam, berlendir dan miselium tidak mau tumbuh karena bibit mati.








Video proses inokulasi F1





Bibit F1 yang bagus





Selanjutnya: Pembuatan Bibit F2 >>>

PEMBIBITAN TAHAP SATU ( F0/PDA ) Jamur Tiram

Posted by Unknown at 05.04 0 Comments
F0

Pembibitan tahap satu bertujuan memperoleh kultur murni jamur tiram atau kuping. Kultur murni berasal dari jamur yang berkualitas baik, yaitu memiliki karakter unggul dan produktivitas tinggi. Miselium pada kultur murni ini dijadikan bahan perbanyakan pada tahap pembibitan berikutnya.

Tahap-tahapnya :
a. Membuat Media
Media yang digunakan daam pembuatan kultur murni ini berupa Potatoes Dextrose Agar (PDA). PDA dapat dibeli secara instant di toko kimia, tapi harganya mahal.
Untuk itu kita biasanya membuat sendiri PDA secara sederhana.

Proses Pembuatan Media PDA

Bahan ( untuk 7 - 8 botol pipih):
200 gram kentang yang bagus, kupas dan cuci bersih
10 gram dextrosa atau bisa menggunakan gula halus
1 bungkus atau 7 gram agar-agar warna putih
500 ml air suling atau mineral


Peralatan :
Botol pipih (bekas botol vodka atau botol madu)
Autoklaf atau panci presto
Kompor
Saringan halus
Kapas bersih
Plastik uk 9 x 9 cm dan karet gelang pentil
Pisau


Cara Pembuatan :
  1. Potong-potong kentang ukuran 1 x 1 cm, lalu rebus di dalam 500 ml air mineral hingga lunak atau hingga air rebusan menjadi setengahnya atau tinggal 250 ml.
  2. Saring air hasil rebusan untuk memisahkan potongan kentang dan kotoran.
  3. Campurkan dextrosa dan agar-agar ke dalam air rebusan kentang, lalu panaskan kembali hingga mendidih.
  4. Tuangkan larutan PDA tadi ke dalam botol pipih sebanyak kurang lebih setinggi 1,5 cm, lalu tutup botol dengan kapas, ditutup dengan plastik uk. 9 x 9 cm lalu ikat kencang dengan karet gelang pentil.
  5. Lalu masukkan botol yang telah berisi cairan PDA tadike dalam panci presto dan masak dalam waktu 1 jam. Jika menggunakan autoklaf masak dalam suhu 121°C dan tekanan 1,1 atmosfer selama 15-20 menit.
  6. Setelah proses perebusan ambil media yang telah steril dan letakkan mendatar atau rebahkan botol, agar permukaan media menjadi lebih luas.
  7. Dinginkan media hingga mengeras. Media dapat tahan disimpan hingga 3-4 bulan.
Kentang yang telah dikupas


Kentang dipotong-potong dadu 1 cm


Kentang direbus


Saring air rebusan kentang


Tambah dextrosa


Tambah agar-agar


Masukkan ke daam botol


Isi sekitar 1 cm dari dasar


Tutup dengan plastik dan dikaret rapat


Masukkan ke dalam panci presto


Tutup rapat panci presto dan masak


Pendinginan PDA


PDA yg sudah dingin



b. Pemilihan Indukan
Pemilihan indukan jamur tiram harus dilakukan secara selektif agar mendapatkan bibit berkualitas baik.
Indukan jamur tiram yang baik adalah yang memiliki daun lebar, berdaging tebal, tidak bergerombol dan mempunyai batang yang kokoh dan terlihat segar.
Contoh jamur tiram yang bagus untuk indukan :







Proses Pembuatan Kultur Murni (F0)

Peralatan :
Kotak Inokulasi (bisa berupa kotak dari kaca atau kayu)
Cutter baru 
Pinset
Alkohol
Lampu bunzen



Langkah-langkah :
  1. Bersihkan kotak inokulasi dan botol-botol media PDA yang akan digunakan dengan cara menyemprotkan alkohol 70%.
  2. Potong bagian batang jamur tiram yang dijadikan indukan dan bersihkan dengan menggunakan alkohol, lalu masukkan ke dalam kotak inokulasi.
  3. Siapkan peralatan seperti cutter, pinset, lampu bunzen, kapas dan botol PDA ke dalam kotak inokulasi
  4. Sterilkan cutter dan pinset dengan cara mencelupkan ke dalam alkohol lalu memanaskannya diatas api bunzen.
  5. Jangan lupa, semprot tangan dengan alkohol terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam kotak.
  6. Potong atau belah batang jamur indukan dan potong daging bagian dalam dengan ukuran sekitar 2 cm x 0,5 cm, lalu ambil dengan pinset, lalu secepat nya masukkan ke dalam botol PDA, letakkan ditengah-tengah PDA, lalu tutup rapat kembali menggunakan kapas tadi.
  7. Proses inokulasi harus berlangsung secepat mungkin dan harus selalu di dekat api bunzen.
  8. Setelah itu simpan botol PDA yang telah diisi eksplan atau daging jamur dalam kotak inkubasi dan letakkan dalam suhu sekitar 28°C.
  9. Jika berhasil, disekitar eksplan akan tumbuh miselium berupa benang halus berwarna putih. Namun jika gagal, media akan ditumbuhi miselium berwana lain, seperti kuning, hijau atau hitam dan berlendir, berarti proses pembuatan F0 telah gagak dan harus diulangi lagi.

Video proses inokulasi F0






Berikut bibit F0 yang bagus











Selanjutnya: Pembibitan F1 >>>









Recent Articles

Total Pageviews

© 2014 Budidaya Jamur.
Powered by Themes24x7 .
back to top