Ads

Tampilkan postingan dengan label Budidaya Jamur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Jamur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 April 2016

PEMANENAN DAN PASCA PANEN JAMUR KUPING

Posted by Unknown at 07.25 0 Comments
Siap panen

Umumnya jumlah jamur kuping yang dihasilkan dari media buatan (baglog) berkisar 300-650 gram per baglog. Kualitas dan kuantitas yang baik sangat mempengaruhi harga di pasaran. Untuk itu perlu penanganan panen yang baik untuk mendapatkan kualitas jamur yang baik.

1. Waktu Panen
Jamur kuping budidaya dalam baglog dapat dipanen 2 minggu setelah pinhead muncul atau saat tubuh jamur sudah mencapai ukuran yang diinginkan, yaitu mencapai bobot 65 gram dengan ukuran lebar tubuh jamur 10-25 cm. Jika pemeliharaan optimal, jamur kuping dapat terus-menerus dipanen hingga 5 bulan berikutnya.

2. Cara Memanen
Pemanenan dapat dilakukan dengan cara dipetik atau dipotong hingga akarnya. Untuk mempermudah memanen serta mengurangi kontaminasi dan tingkat kerusakan saat memanen, dapat digunakan gunting atau pisau yang tajam dan bersih. Setelah panen dilakukan baglog dibersihkan.
Tidak seperti jamur tiram, pemanenan jamur kuping tidak harus mencabut seluruh jamur dari baglog. Jamur kuping yang dipanen adalah yang memiliki ukuran standart panen. Jamur kuping yang masih kecil dibiarkan tetap tumbuh dalam baglog hingga mencapai ukuran standart.


Jamur Kuping Siap Panen

3. Perlakuan Pasca Panen
Sehabis dipanen, gunting bagian akar jamur kuping untuk membuang sisa-sisa kotoran yang melekat. Jamur kuping termasuk mudah rusak, sehingga diperlukan penanganan pasca panen yang baik untuk dapat mempertahankan kualitasnya. Jamur kuping dapat dipasarkan dalam kondisi basah atau kering. Ada juga yang dipasarkan dalam bentuk serbuk untuk ekspor.

a. Jamur kuping segar
Setelah panen, jamur kuping dibersihkan dengan cara dicuci dengan menggunakan sabun Mama Lemon untuk sayuran. Setelah dicuci lalu ditiriskan hingga air tidak menetes. Lalu disimpan



b. Jamur kuping kering
Selain dalam bentuk jamur segar, jamur kuping juga bisa dikeringkan, dan memiliki nilai jual lebih tinggi. Jamur kuping kering bisa tahan disimpan selama 6-12 bulan lebih. Untuk menghasilkan 1 kg jamur kuping kering dibutuhkan 6-7 kilo jamur kuping segar. Pengeringan biasa nya dilakukan dengan cara dijemur dibawah terk matahari selama 3-5 hari tergantung kondisi panas.
Bisa juga menggunakan oven khusus dengan suhu 40-45°C dan kelembaban 20%. Akan tetapi pengeringan dengan menggunakan oven hasilnya kurang bagus, karena jamur kupimg kering yang dihasilkan menjadi lebih mudah hancur karena kering. Jadi metode pengeringan yang sempurna adalah secara alami yaitu oleh terik matahari.




PERAWATAN BAGLOG DAN JAMUR KUPING

Posted by Unknown at 02.16 0 Comments
Jamur Kuping


Perawatan dilakukan untuk menjaga agar kondisi lingkungan sesuai dengan syarat tumbuh jamur kuping. Perawatan yang baik dapat menjadikan pertumbuhan jamur kuping optimal. Dan sebaliknya, jika perawatan kurang baik sehingga kondisi lingkungan kurng sesuai maka akan menghambat pertumbuhan jamur kuping.


Untuk perawatan baglog jamur kuping dibutuhkan penyemprotan dan penyiraman lantai lebih sering untuk yang berada didaerah panas, karena jamur kuping akan mudah mengering jika suhu panas, dan apabila jamur sudah kering, maka tidak akan tumbuh besar lagi. jadi menjaga suhu tetap lembab pada baglog jamur kuping harus dilakukan lebih intens, jangan sampai kering. Juga sangat disarankan untuk menjaga kebersihan kumbung dan lingkungan kumbung.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan baglog:






PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU

Posted by Unknown at 02.13 0 Comments
Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas jamur kuping adalah adanya serangga pengganggu yaitu berupa gulma, hama dan penyakit.

a. Gulma
Gulma adalah jamur liar yang tidak diharapkan tumbuh pada baglog. Gulma ini akan menyedot nutrisi dari baglog dan bahkan pertumbuhan gulma ini bisa lebih cepat dari pertumbuhan jamur kuping, sehingga nutrisi pada baglog akan habis terserap oleh gulma dan nutrisi yang diserap jamur kuping akan berkurang. Hal ini berdampak produktivitas jamur kuping sangat rendah.

Gulma bisa timbul karena proses sterilisasi media atau bibit yang kurang optimal dan juga sanitasi baglog yang buruk. Oleh karena itu proses sterilisasi harus dilakukan dengan optimal, yaitu pada saat proses sterilisasi, suhu dalam sterilisasi harus minimal mencapai suhu 100°C, karena pada suhu tersebut segala macam bakteri dan spora gulma akan mati. Jika suhu pada proses sterilisasi kurang dari itu maka akibatnya tidak semua bakteri dan spora gulma akan mati dan kemungkinan bisa tumbuh.

Dan apabila baglog sudah terkontaminasi oleh gulma dimana ciri nya akan memiliki bentuk dan warna yang berbeda dengan warna jamur kuping, maka harus segera dibersihkandan dibuang dengan menggunaka pinset. Namun apabila sudah menyebar luas, baglog yang terkontaminasi harus segera disingkarkan atau dibuang agar tidak menyebar ke baglog yang lain.

a. Hama
Hama yaitu hewan penggangu yang dapat merusak jamur atau media tumbuh jamur. Hal ini akan sangat merugikan petani karena produksi akan menurun drastis dan jamur yang dihasilkan juga jelek kualitasnya sehingga akan menurunkan nilai jual jamur kuping.

Hama-hama yang sering mengganggu adalah:
1. Cacing (Nematoda)
Cacing dapat hidup dalam media tanam karena sterilisasi yang tidak sempurna dan sanitasi baglog yang buruk. Cacing sangat cepet bereproduksi dan tumbuh nya sehingga akan merusak media tanam dan miselium jamur kuping yang akan tumbuh.

Ada 2 jenis cacaing yang sering menyerang jamur kuping, yaitu Saprophagous Nematodes dan Mycophagous Nematodes. Cacing tersebut akan berkembang banyak saat pertumbuhan miselium jamur kupimg terganggu gulma, hama dan penyakit. Adanya cacing menjadi indikator kondisi yang buruk bagi pertumbuhan jamur.

Untuk menghindari hal ini maka proses dterilisasi harus dilakukan dengan sempurna agar semua bibit-bibit gulmacan mikroorganisme yang merugikan mati semua.

Ini contoh baglog yang mengandung cacing:

Hama Cacing

Hama Cacing

2. Tikus
Tikus adalah hewan pengerat yang mempunyai kemampuan beraaptasi tinggi, sehingga sulit untuk dikendalikan. Senagai hewan pengerat, tikus sangat suka menggigiti segala sesuatu, termasuk baglog. Baglog yang berlubang karena gigitan tikus sangat mudah terkontaminasi.

Hama ini dapat diatasi dengan cara menangkapnya, menutup lubang masuk tikus, atau bisa juga dengan memberi kapur barus di ukung-ujung ruangan kumbung yang biasa dilewati tikus. Atau paling ekstrim lagi yaitu dengan memberi racun tikus.

3. Rayap

Media tanam yang terbuat dari serbuk kayu membuat rayap suka tinggal dan memakan serbuk kayu tersebut. Rayap termasuk serangga yang hidup berkoloni, sehingga pengendalian sangat sulit. Selain proses sterilisasi yang harus sempurna, juga pemilihan material kumbung harus dipilih yang bebas rayap.

Untuk mengendalikan raya bisa menggunakan insektisida khusus rayap, seperti Cypermetrin, Fenvarelate, Chlooropyrifos atau Pertagen.

Sebaiknya saat membuat kumbung atau rak alangkah baiknya kayu dan bambunya dilapisi dengan obat anti rayap dulu.

4. Lalat


Lalat menjadi hama pengganggu karena saat bertelur, lalat akan meletakkan telurnya pada media maupun di bagian tubuh jamur. Dan ketika larva menetas akan merusak miselium dan jamur dewasa yang dapat menghambat pertumbuhan jamur kuping.

Cara mengatasinya adalah dengan menjaga kebersihan kumbung dan jangan sampai lalat masuk dalam kumbung dan berkembang biak.


5. Tungau

Ada beberapa jenis tungau yang dapat menyerang jamur. Tungau biasanya memakan miselium, pinhead atau tubuh buah jamur. Biasa petani jamur menyebut tungau dengan hama "krepes". Sanitasi yang buruk dan kelembaban yang terlalu tinggi dapat menyebabkan jumlah tungau meningkat. Dan krepes ini bisa menular dengan sangat cepat ditandai dengan munculnya butiran-butiran putih kecil seperti telur yang semakin banyak pada baglog, apabila ditekan maka butiran-butiran ini kan pecah dan menyebar, dan apabila terkena krepes, maka jamur kuping sulit tumbuh.

Tungau bisa dikendalikan secara kimia dengan menggunakan akarisida yang bisa dibeli di toko-toko pertanian


6. Penyakit

Penyakit pada jamur kupig bisa disebabkan dari berbagai faktor, diantaranya disebabkan oleh virus, bakteri, fungi dan kapang. Kontaminasi ini dapat merusak media dan buah jamur. Jamur yang terserang penyakit ini akan menjadi busuk, berlendir, berubah warna dan memiliki bintik-bintik noda. Hal ini akan mengurangi kualitas jamur atau bahkan menyebabkan gagal panen.

Beberapa jenis cendawan yang dapat menyebabkan penyakit diantaranya cendawan hijau (trichoderma spp., giocladium sp., penicillium sp., dan paecelomyces sp.), cendawan jingga (neurospora sp), coprinus, dan rhizopus.

Berikut beberapa hal yang menyebabkan jamur terserang hama dan penyakit

  • Letak kumbung berdekatan dengan sumber hama dan penyakit.
  • Baglog yang terkontaminasi dan terserang hama tidak dipisahkan denga yang sehat.
  • Perawatan baglog yang tidak sempurna.
  • Ruang inkubasi dan penumbuhan jadi satu.
  • Kumbung yang mudah dimasuki hama.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengendalikan hama dan penyakit:
1. Sterilisasi dan sanitasi media secara baik dan berkala.
Sterilisasi yang baik akan mematikan semua jenis mikro organisme yang ada pada media. Sedangkan sanitasi berupa sanitasi kumbung, baglog dan pekerja dilakukan seoptimal mungkin. Baglog yang terkontaminasi harus sesegera mungkin dipisahkan dan dimusnahkan dengan cara dibakar.

2. Melakukan pengendalian secara manual.
Yaitu mengambil dan mematikan organisme pengganggu. Karena itu pengamatan yang cermat pada jamur dan media sangat penting untuk mengindari dan mengantisipasi kontaminasi.

3. Menggunakan ramuan herbal.
Ramuan herbal ini disemprotkan pada tubuh jamur dan media, ramuan ini dibuat dengan komposisi 250 gram bawang merah dan 500 gram kencur. Kedua bahan ini dihaluskan dan disaring neggunakan kain kasa. Hasil saringan ini dicampurkan dengan 10-15 liter air. Lalu semprotkan dengan menggunakan sprayer.


4. Menggunakan obat kimia.
Penggunaan bahan kimia adalah jalan terakhir. Karena bahan kimiadikahawatirkan akan terserap jamur dan kurang sehat untuk dikonsumsi. Apabila terpaksa menggunakan obak kimia, maka sebaiknya dilakukan setelah semua jamur kuping dipanen semua dan tidak tersisa, baru setelah itu dilakukan penyemprotan dengan obat kimia. Oleh karena itu penggunaan obat kimia dilakukan apabila pengendalian secara manual dan alami sudah tidak bisa mengendalikan hama dan penyakit.

PENGATURAN SIRKULASI UDARA

Posted by Unknown at 02.11 0 Comments
Ventilasi Kumbung 

Kebutuhan oksigen menjadi hal yang penting seiring dengan fase pertumbuhan jamur. Oleh karena itu kandungan karbondioksida (CO2) dalam kumbung yang tinggi akan menghambat pertumbuhan pinhead. Dan bahkan bisa menyebabkan tubuh buah tidak akan terbentuk.

Karbondioksida dalam kumbung tinggi dapt diketahui apabila dalam kumbung udara terasa pengap sehingga slit bernapas dan sesak napas. Untuk mengatasinya, maka kumbung harus diberi ventilasi udara yang cukup. Ventilasi dapat diatur dengan cara membuka jendela kumbung 1-2 jam setiap hari. Dan akan lebih baik lagi jika ventilasi kumbung dibuka saat malam hari sampai pagi hari, sehingga kelembaban udara akan tinggi karena memperoleh embun di pagi hari.

PENGABUTAN

Posted by Unknown at 01.59 0 Comments
Faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan jamur kuping adalah suhu dan kelembaban udara. Jamur kuping membutuhkan suhu 24°-27° C dengan kelembaban 80-90%. Apabila kondisi dalam kumbung tidak sesuai dengan suhu dan kelembaban tersebut maka diperlakukan perlakuan khusus yaitu pengabutan yang dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan air. 

Penyemprotan dapat dilakukan dengan menggunakan selang air, hand sprayer atau bila ingin lebih maksimal bisa menggunakan alat pengkabut air yang bisa menghasilkan semprotan air yang lembut sekali.

Hand Sprayer
Pengkabut Air
Pengkabut Air



                                                                 Video pengabut air

Frekuensi pengabutan dan penyiraman pada lantai kumbung dilakukan menyesuaikan dengan iklim daerah setempat. Pengabutan pada jamur kuping lebih sering dilakukan dibandingkan dengan jamur tiram. Biasanya bila pada kondisi yang sudah sesuai, pngabutan dilakukan sehari sebanyak 2 kali.

Tetapi pada kondisi yang kurang sesuai atau pada musim kemarau atau pada daerah dataran rendah yang panas, pengabutan dilakukan sebanyak 4-5 kali sehari.  

Jika pengabutan tidak dilakukan dengan baik, sehingga suhu dan kelembaban tidak optimal, maka pertumbuhan jamur kuping akan terganggu, jamur akan berukuran kecil atau bahkan pinhead ataupun jamur kuping akan mengering karena kekurangan air dan berhenti pertumbuhannya.

Akan tetapi apabila pengabutan dilakukan berlebihan, juga akan berakibat kurang baik. Yaitu jamur kuping akan kelebihan air, sehingga akan cepat busuk dan hancur dan lumer.

Selasa, 19 April 2016

INKUBASI BAGLOG JAMUR KUPING

Posted by Unknown at 02.19 0 Comments
Proses Inkubasi

Inkubasi merupakan tahap pertumbuhan miselium pada kondisi lingkungan yang sesuai. Kondisi lingkungan harus dibuat sedemikian rupa agar miselium dapat tumbuh merata. Miselium dapat tumbuh dengan baik pada ruangan yang bersuhu sekitar 28°C - 30°C dalam waktu 30-40 hari.
Pada tahap ini sebaiknya baglog dijauhkan dari sinar matahari secara langsung. Ruangan dibuat lebih kering ranpa penyiraman.

Miselium yang tumbuh dengan baik memiliki ciri berwarna putih dan tersebar merata sampai dasar baglog. Sementara baglog yang terkontaminasi berubah warna menjadi hijau, kehitaman, atau kuning.


Berikut contoh miselium yang tumbuh dengan baik, dimana miselium akan meyebar merata dari awal tumbuh sampai merata hingga dasar.
















Rabu, 25 November 2015

BUDIDAYA JAMUR KUPING

Posted by Unknown at 17.03 2 Comments
Jamur Kuping
Jamur kuping (Auricularia auricula) merupakan salah satu kelompok jelly fungi yang masuk ke dalam kelas Basidiomycota dan mempunyai tekstur jelly yang unik. Jamur ini disebut jamur kuping karena bentuk tubuh buahnya melebar seperti daun telinga manusia (kuping). Warna tubuh buah jamur ini pada umumnya hitam atau coklat kehitaman akan tetapi adapula yang memiliki warna coklat tua. Siklus hidup pada jamur kuping hampir serupa dengan siklus
hidup pada jamur tiram dan shiitake yaitu tubuh buah yang sudah tua akan menghasilkan spora yang berbentuk kecil, ringan, dan jumlahnya banyak. Apabila spora tersebut jatuh pada kondisi dan tempat yang sesuai dengan persyaratan hidupnya (misalnya di kayu mati atau bahan yang mengandung selulosa dan dalam kondisi yang lembap)
Jenis jamur kuping yang paling memiliki nilai bisnis yang tinggi adalah yang memiliki warna coklat pada bagian atas tubuh buah dan warna hitam pada bagian bawah tubuh buah, serta ukuran tubuh buah kecil. Jamur kuping merupakan salah satu jamur konsumsi yang umum dikeringkan terlebih dahulu, kemudian direndam dengan air dalam waktu relatif singkat sehingga jamur ini akan kembali seperti bentuk dan ukuran segarnya.


Tahap-Tahap Budidaya Jamur Tiram:

1. Pembuatan Baglog >>>
2. Sterilisasi >>>
3. Inokulasi / Pembibitan >>>
4. Inkubasi >>>
5. Proses Penumbuhan Jamur >>>
6. Perawatan >>>
7. PEMANENAN DAN PASCA PANEN JAMUR KUPING >>>

Senin, 23 November 2015

III. INOKULASI (Pengisian Bibit Jamur)

Posted by Unknown at 01.50 0 Comments
Proses Inokulasi adalah proses pembibitan, yaitu memasukkan bibit jamur tiram ke dalam baglog yang telah disterilisasi.





1. Bahan-bahan :

  • Baglog yang telah disterilisasi
  • Bibit F2



2. Peralatan :

  • Spatula
  • Lampu bunzen
  • Alkohol 70%
  • Kapas




Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses penanaman bibit ke baglog adalah:

  1. Proses inokulasi harus dilakukan secara cepat dan steril 
  2. Tangan dan sepatula sesering mungkin dibersihkan dengan alkohol dan sepatula harus sering dibakar dengan api bunzen.
  3. Proses inokulasi sebaiknya dilakukan di dalam ruangan khusus yg bersih dan tertutup
  4. Semua ini dilakukan untuk menghindari bibit agar tidak terlalu lama kontak dengan udara, yang akan mengakibatkan terjadinya kontaminasi.
  5. Setelah inokulasi, baglog tidak perlu ditutup dengan plastik atau tutup ring.




Selanjutnya: Inkubasi >>>

Minggu, 22 November 2015

BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Posted by Unknown at 10.50 1 Comment
Peluang Usaha Menjanjikan..... kiki emotikon
Bagi yang ingin punya usaha sendiri atau sampingan...
Dimana saat ini permintaan pasar akan jamur tiram dan jamur kuping sangat tinggi, sedangkan stok jamur kurang. Maka usaha budidaya jamur konsumsi tersebut manjadi bisnis yang sangat menjanjikan dan budidaya jamur sebenarnya sangat mudah untuk dikerjakan.

Kami akan mengupas tuntas cara-cara dan tehnik-tehnik dasar budidaya jamur tersebut, mulai dari cara membuat bibit starter, membuat baglog, dan cara-cara membuat perlengkapan budidaya jamur.

Sebelumnya kita perlu mengetahui tentang jamur tiram...........

Jamur Tiram















Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom. Di alam bebas, jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan daerah yang sejuk. Tubuh buah terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang karena jamur tiram adalah salah satu jenis jamur kayu.
Pada budidaya jamur tiram suhu udara memegang peranan yang penting untuk mendapatkan pertumbuhan badan buah yang optimal. Pada umumnya suhu yang optimal untuk pertumbuhan jamur tiram, dibedakan dalam dua fase yaitu fase inkubasi yang memerlukan suhu udara berkisar antara 22 - 28 OC dengan kelembapan 60 - 70 % dan fase pembentukan tubuh buah memerlukan suhu udara antara 16 - 22 OC.
Tingkat keasaman media juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur tiram. Apabila pH terlalu rendah atau terlalu tinggi maka pertumbuhan jamur akan terhambat, bahkan mungkin akan tumbuh jamur lain yang akan mergganggu pertumbuhan jamur tiram itu sendiri. Keasaman pH media perlu diatur antara pH 6 - 7 dengan menggunakan kapur (Calsium carbonat).
Kondisi di atas lebih mudah dicapai di daerah dataran tinggi sekitar 700-800 m dpl. Kemungkinan budidaya jamur di dataran rendah tidaklah mustahil asalkan iklim ruang penyimpanan dapat diatur dan disesuaikan dengan keperluan jamur.



PEMBUATAN BIBIT STARTER JAMUR TIRAM:

1POTATO DEXTROSE AGAR
2BIBIT F1


Baca juga : BUDIDAYA JAMUR KUPING >>>    











Recent Articles

Total Pageviews

© 2014 Budidaya Jamur.
Powered by Themes24x7 .
back to top